Skill apa sih yang dibutuhkan di masa depan?
SKILL APA SIH YANG DIBUTUHKAN ANAK DI MASA DEPAN ?
Haiiii.... Kali ini kita membahasa SKILL. Skill yang dibutuhkan dimasa depan, kira-kira apa ya??
Di masa mendatang kita tidak tahu skill spesifik apa yang paling di butuhkan bagi anak. Dunia semakin berubah. Teknologi pun semakin canggih. Semakin Dinamis. Penting bagi Ibu dan anak belajar segala hal yang bisa bermanfaat bagi kehidupannya di masa mendatang.
Di masa mendatang kita tidak tahu skill spesifik apa yang paling di butuhkan bagi anak. Dunia semakin berubah. Teknologi pun semakin canggih. Semakin Dinamis. Penting bagi Ibu dan anak belajar segala hal yang bisa bermanfaat bagi kehidupannya di masa mendatang.
Setelah melakukan survey pada ibu-ibu muda di sekitar saya. Ada beberapa skill yang dianggap harus dikuasi anak di masa mendatang. Diantaranya :
- Berkomunikasi yang baik dan Produktif
Seperti kita ketahui, banyak sekali hal yang terjadi akibat salah nya cara berkomunikasi. Selisih paham sering sekali muncul bukan karena isi percakapan, melainkan dari cara penyampaian. Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa komunikasi diri kita termasuk ranah komunikasi yang tidak produktif. Kita harus selalu berpikir positif agar kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata yang positif, demikian juga sebaliknya. Setiap kata membawa energy, maka kita harus memilah kata, memilih diksi yang baik. Karena itu akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilih kata supaya hidup lebih berenergi dan lebih bermakna. Kemampuan berkomunikasi ini sangat dibutuhkan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan dapat bekerja sama dengan oranglain.
Komunikasi menjadi bermasalah ketika menjadi “memaksakan” pendapatku kepadamu. Harus kau pakai sudut pandangku dan singkirkan sudut pandangmu.
Skill ini diperlukan karena dengan komunikasi yang baik, kita akan lebih mudah menyampaikan informasi dengan baik dan benar tanpa adanya salah paham. Melalui komunikasi yang baik juga dapat memupuk percaya diri dan kedekatan seperti anak dan orangtua. Orangtua yang bisa menjalin komunikasi yang baik dengan anaknya akan lebih memudahkan orangtua dalam mengenal sifat, bakat dan potensi yang ada dalam diri sang anak. Anak juga akan lebih terbuka kepada orangtua jika mendapatkan sebuah masalah dan butuh ide yang baik dan positif untuk memecehakan masalahnya tersebut.
Skill ini bisa dilatih dari anak baru lahir, dengan cara orangtua mengajak anak berkomunikasi secara intens untuk meningkatkan kedekatan antara orangtua dan anak.
- Problem solving
Problem solving bukan sekedar kemampuan menyelesaikan persoalan tertentu saja. Problem solving adalah sebuah mindset yang membawa seseorang berpikir positif untuk mencari jalan keluar dari permasalahan.
Banyak orang yang tidak mampu berfikir jernih saat dihadapi masalah. Untuk meningkatkan kemampuan ini, kita harus terbiasa menenangkan diri untuk berfikir positif. Karena saat kita sudah tenang, perlahan kita akan melihat titik terang untuk menyelesaikan masalah. Berpikir positif memang terdengar klise, tapi hal ini terbilang susah untuk di praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Mindset yang positif adalah awal menuju problem solving. Setalah tenang kita akan bisa mengidentifikasi masalah yang sebenarnya terjadi. Cari informasi yang lengkap mengenai masalah yang ada. Jangan buru-buru berasumsi dan menebak secara buta sebelum mengambil keputusan. Setelah menemukan sumber masalahnya, kita akan otomatis mencari ide untuk menyelesaikan permasalahan. Tingkatakan kreativitas dalam problem solving dengan melakukan Brainstroming, yaitu memgeluarkan semua ide yang ada dikepala dan mencatat semua ide tersebut. Lalu kita harus belajar mencari ide yang paling efektif sebelum kita mengevaluasi ide tersebut. Setelah selesai di evaluasi kita praktikan dan cek kembali apakah masalah sudah terselesaikan hingga tuntas ? Jika masalah masih terjadi, dan ternyata problem solving yang kita buat tidak efektif, maka kita jangan berkecil hati. Identifikasi kembali ide dan kembangkan Ide lain untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
Skill ini bisa diajarkan kepada anak di usia dini. Dengan berbagai macam kegiatan bermain yang mengasah kemampuan berpikir anak dalam mencari jalan keluar.
- Kemandirian
Kemandirian sangat di perlukan untuk masa mendatang karena dengan hidup yang mandiri, kita akan lebih menghargai setiap usaha yang kita lakukan, dan lebih mensyukuri hasil yang telah kita dapatkan. Mandiri dalam berpikir dan berkarya dapat membentuk kepribadian seseorang yang memiliki tekad untuk sukses. Dengan mandiri kita akan berani memikirkan ide untuk melangkah maju. Berbeda jika terkurung dengan dorongan oranglain dan menjadi ketergantungan oleh orang lain. Dengan kemandirian kita juga jadi lebih kreatif dan berani bertindak untuk mewujudkan ide yang dimiliki. Kemandirian memupuk rasa percaya diri. Kemandirian bisa diajarkan pada anak sedini mungkin dengan cara melatihnya dengan berbagai kegiatan kemandiriran sehari-hari yang bisa di terapkan kepada anak. Diantaranya kemandirian spiritual, kemandirian finansial, kemandirian bertahan hidup dan kemandirian dalam belajar.
- Konsisten mengontrol diri
Mengontrol diri merupakan hal yang cukup sulit dilakukan. Sejauh mana seseorang bisa menunda kepuasan sesaat dan bisa bertahan mengontrol dirinya untuk mendapatkan kepuasan yang lebih besar di kemudian hari. Karena mengontrol diri ini akan mempengaruhi kepada kedisiplinan dan konsisten diri pada suatu hal yang sudah di targetkan. Karena sebesar apapun bakat yang dimiliki, jika tidak konsisten dalam belajar, maka bakat itu akan stagnan atau jalan di tempat. Merasa cepat puas juga akan membuat kita malas untuk belajar lebih giat lagi. Mengontrol diri ini bisa diajarkan pada anak sedini mungkin dengan cara kita para orangtua tidak cepat memberikan suatu hal yang di inginkan anak dengan mudah. Jika anak menginginkan suatu hal, anak harus berusaha dulu dengan kemampuan yang ia miliki.
- Kecerdasan EQ , IQ, dan Spiritual
Kecerdasan EQ, IQ, SQ dan AI sangatlah penting bagi kelangsungan hidup manusia. Ini yang membedakan manusia dengan mahluk lain ciptaan Allah, ini keisitimewaan manusia yang Allah anugerahkan.
EQ (Emotional Quotient) atau kecerdasan Emosional adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola serta mengontrol emosi dirinya dan orang di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan. Komponen dasar kecerdasan emosioanl diantaranya Kemampuan mengenali emosi diri sendiri (kesadaran diri), kemampuan mengelola emosi, kemampuan motivasi diri, kemampuan mengenali emosi oranglain dan kemampuan membina hubungan dengan oranglain.
IQ (Intelligence Quotient) atau kecerdasan intelektual adalah istilah umum yang di gunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa dan belajar. Pakar psikologi (Howard Gardner) menjelaskan tentang 9 macam kecerdasan manusia yaitu Bahasa, Musik, Logika Matematika, Spasial (Visual), Kinestis (tubuh), Intrapersonal (kecerdasaan memahami diri sendiri), Interpersonal (kecerdasan memahami oranglain), Naturalis (kecerdasan menangkap suatu pola dan melihat hubungannya antara unsur alam) dan Eksistensial.
SQ (Spiritual Quotient) atau kecerdasan spiritual yang merupakan kecerdasan tertinggi dari kecerdasan lain. Yaitu kecerdasan dalam mengenal Allah, memahami posisinya sebagai hamba Allah. Kecerdasan ini menghasilkan suara hati yang memiliki kemampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan panca indera dengan menggunakan prinsip kebenaran, prinsip keadilan dan prisnsip kebaikan.
Semua Skill EQ, IQ dan Spiritual ini harus ditanamkan pada anak sejak dini sebagai syarat mencapai kategori hidup yang sukses, bahagia, dan bermakna.
Sedangkan untuk Hard skill yang akan diasah kepada anak tentu berbeda-beda, tergantung pada bakat dan minat anak yang di miliki. Tapi, bakat apapun yang dimiliki anak. Jika anak sudah memiliki dasar skill seperti yang di jelaskan diatas, inshaAllah anak akan lebih terbantu dalam menemukan misi spesifik hidupnya mengapa ia di ciptakan oleh Allah ke bumi sebagai wakil Allah. Anak akan lebih bahagaia karena ia menemukan jati dirinya, menemukan bakat dan potensi hidupnya. Dan semoga anak di masa mendatang bisa bekerja sesuai dengan bakat dan passion yang di miliknya.
Hard skill yang akan saya asah pada anak saya adalah bakat seni rupa, teknologi, dan desain grafis. Karena dalam kacamata kami, anak kami lebih cenderung dalam bakat ini. Ia bisa berjam-jam dengan kegiatan menggambarnya, kegiatan ini harus kami dukung dan di dampingi dengan kemampuan teknologi, karena teknologi akan semakin maju dan semakin dinamis. Semoga kami bisa membantu menemukan misi spesifik hidup anak-anak kami dan semoga kelak anak kami menjadi pribadi yang bahagia dan focus dalam menjalani hidupnya sebagai wakil Allah di bumi. Aminn
Berikut tokoh yang berhasil dengan bakat Seni rupa, teknologi dan Desain grafis.
Ronson Culibrina, 1991, Filipina
Lulusan Periklanan dari Universitas Teknologi Filipina, Ronson Culibrina mengantongi Hadiah Utama dalam Kompetisi Lukisan Perusahaan Long Distance Telephone Company (PLDT) Filipina 2009, dan menerima Kutipan Khusus dari Metrobank Art and Design Excellence (MADE) pada tahun 2014. Dia baru-baru ini termasuk dalam Forbes Asia 30 Under 30 tahun 2016 yang berisi daftar pemimpin muda dan berprestasi di berbagai bidang.
Yohanes Auri Wirausaha Muda Desain Grafis
Keahlian, kerja keras, dan strategi bisnis yang tepat mampu menghantarkan seseorang pada kesuksesan. Itulah yang kini dicapai Yohanes Auri yang mampu menjadi miliader muda melalui usaha jasa desain grafis berbendera PT. Flux Asia Solusindo. Ketekunan dan citarasa seni tinggi mengantar Yohanes Auri menjadi wirausahawan sukses di usia muda. Keikutsertaan pada ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2010 menjadi titik tolak pengembangnan usaha jasa desain grafis yang dirintisnya sejak bangku kuliah. Usia belia tidak menghambat seseorang untuk mencapi kesuksesan. Dengan kemampuan mengasah keahlian, kerja keras, dan strategi bisinis yang tepat, seorang anak muda bisa saja mereguk sukses dalam bisnis. Salah satunya Yohanes Auri yang berhasil mengibarkan bendera PT. Flux Asia Solusindo. Hanya dalam kurun waktu lima tahun, sang pemuda yang usianya belum genap kepala tiga ini sudah bisa menggemukan omzet usaha jasa desain grafisnya hingga miliaran rupiah.
Sumber :

Komentar
Posting Komentar