Penyimpangan Seksual, Pencegahan dan Solusinya

PENYIMPANGAN SEKSUAL, PENCEGAHAN DAN SOLUSINYA

A. Apa yg di maksud penyimpangan seksual?

Istilah penyimpangan seksual (sexual deviation) sering disebut juga dengan abnormalitas seksual (sexual abnormality), ketidak wajaran seksual (sexual perversion), parafilia dan kejahatan seksual (sexual harassment).

Penyimpangan seksual merupakan ketidakwajaran seksual, yaitu perilaku atau fantasi seksual yang diarahkan pada pencapaian orgasme lewat relasi diluar hubungan kelamin heteroseksual, dengan jenis kelamin yang sama, atau dengan partner yang belum dewasa, dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang bisa diterima secara umum. (Junaedi, 2010)

Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. (Abdullah, 2008)

Penyimpangan seksual adalah pemenuhan nafsu biologis dengan cara dan bentuk yang menyimpang dari syariat, fitrah dan akal sehat. (Farhan, 2002)

Penyimpangan seksual atau parafilia adalah bangkitnya gairah seksual secara terus-menerus terhadap objek, situasi, atau individu tertentu yang tidak lazim.

Parafilia atau penyimpangan seksual secara medis diartikan sebagai ketertarikan atau fantasi seksual yang tidak wajar terhadap benda, situasi, atau kelompok individu tertentu.

Ketidakwajaran seksual mencakup perilaku-perilaku seksual atau fantasi-fantasi seksual yang diarahkan pada pencapaian orgasme lewat relasi di luar hubungan kelamin heteroseksual, dengan jenis kelamin yang sama, atau dengan partner yang belum dewasa, dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang bisa diterima secara umum.

B. Apa saja jenis atau macam penyimpangan seksual?

1. Homoseksual
Homoseksual merupakan kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya.
Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. Hal yang memprihatinkan disini adalah kaitan yang erat antara homoseksual dengan peningkatan risiko AIDS. Pernyataan ini dipertegas dalam jurnal kedokteran Amerika (JAMA tahun 2000), kaum homoseksual yang “mencari” pasangannya melalui internet, terpapar risiko penyakit menular seksual (termasuk AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

2. Sadomasokisme
Sadisme seksual termasuk kelainan seksual.
Dalam hal ini kepuasan seksual diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya.
Sedangkan masokisme seksualmerupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual.

3. Ekshibisionisme
Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya dengan memperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengan kehendaknya. Bila korban terkejut, jijik dan menjerit ketakutan, ia akan semakin terangsang. Kondisi begini sering diderita pria, dengan memperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan masturbasi hingga ejakulasi.

4. Voyeurisme
Istilah voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancis yakni vayeur yang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi atau bahkan berhubungan seksual. Setelah melakukan kegiatan mengintipnya, penderita tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap korban yang diintip. Dia hanya mengintip atau melihat, tidak lebih.
Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi setelah atau selama mengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan mengintip atau melihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk memperoleh kepuasan seksual. Yang jelas, para penderita perilaku seksual menyimpang sering membutuhkan bimbingan atau konseling kejiwaan, disamping dukungan orang-orang terdekatnya agar dapat membantu mengatasi keadaan mereka.

5. Fetishisme
Fatishi berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitas seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH (breast holder), celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan. Namun, ada juga penderita yang meminta pasangannya untuk mengenakan benda-benda favoritnya, kemudian melakukan hubungan seksual yang sebenarnya dengan pasangannya tersebut.

6. Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil
Adalah orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks / kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur.

7. Bestially
Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dan lain sebagainya.

8. Incest
Adalah hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri seperti antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengan anak laki-laki.

9. Necrophilia/Necrofil
Adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat / orang mati.

10. Zoophilia
Zoofilia adalah orang yang senang dan terangsang melihat hewan melakukan hubungan seks dengan hewan.

11. Sodomi
Sodomi adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan.

12. Frotteurisme/Frotteuris
Yaitu suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesek / menggosok-gosok alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik / umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll.

13. Gerontopilia
adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satu diagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual seperti voyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia, homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas.
Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).

C. Apa penyebab atau faktor yang mempengaruhi terjadinya penyimpangan seksual?

1. Faktor Hormon
Ketidakseimbangan hormon menjadi salah satu penyebabnya. Kelebihan ataupun kekurangan salah satu hormon merupakan hal yang terjadi secara ilmiah dan terbentuk seiring perkembangan tubuh, hanya saja kadang terjadi ketidakseimbangan yang menyebabkan anak laki-laki bersikap feminim, atau bahkan anak perempuan yang bersikap gentleman.

2. Faktor Lingkungan
Lingkungan ternyata mempunyai peran besar dalam masalah kelainan. Seseorang yang tinggal atau berada dalam lingkungan penyuka sesama jenis pasti akan terjerumus dan mengikuti seperti yang ada di lingkungannya. Seseorang yang sudah terjerumus dalam suatu lingkungan yang “tidak sehat” pasti sangat sulit untuk keluar dan merasa kecanduan, bahkan cenderung enggan untuk memulai hidup secara normal.

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

2.1 Pengaruh lingkungan keluarga.
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan pondasi primer bagi perkembangan anak. Perilaku menyimpang bukan merupakan peristiwa heriditer, bukan merupakan warisan bawaan sejak lahir, banyak bukti menyatakan bahwa tingkah laku asusila dan kriminal orang tua serta anggota keluarga lainnya memberikan dampak menular dan infeksius pada jiwa anak-anak.

Keluarga merupakan sumber utama atau lingkungan yang utama penyebab kenakalan remaja yang berupa penyimpangan seksual pada remaja. Hal ini disebabkan karena anak itu hidup dan berkembang permulaan sekali dari pergaulan keluarga yaitu hubungan anak dengan anggota keluarga lain yang tinggal bersama–sama. Kualitas rumah tangga atau kehidupan keluarga jelas memainkan peranan paling besar dalam membentuk kepribadian remaja dilingkungan. Baik buruknya struktur keluarga memberikan dampak baik dan buruknya perkembangan jiwa dan jasmani anak, faktor keluarga yang menyebabkan penyimpangan seksual pada remaja.
Penyebab timbulnya penyimpangan seksual remaja antara lain adalah kurangnya pengetahuan dan pengertian orang tua tentang cara pendidikan yang baik, banyak orang tua yang tidak memahami agama yang dianutnya apalagi mengamalkannya. Sehingga ajaran agama itu praktis tidak dilaksanakan dalam kehidupan keluarganya.

2.2 Penyebab Lingkungan di Sekolah.
Kondisi sekolah yang tidak menguntungkan juga mempengaruhi terjadinya penyimpangan seksual . Kondisi tersebut antara lain minimnya fasilitas ruang belajar sedangkan jumlah muridnya banyak sehingga mereka harus berdesak-desakan duduk di dalam kelas. Selanjutnya mereka harus mendengarkan pelajaran yang tidak menarik minatnya karena sikap gurunya yang tidak simpatik dan tidak menguasai metode pendidikan, sehingga anak-anak tidak bergairah dalam belajar, selain itu adanya guru yang suka mengobyek di luar sekolah, menyebabkan guru sering absent, menjadi suka membolos, sering berkeliaran di pertokoan atau mall tanpa pengawasan atau mengganggu murid lainnya yang sedang belajar.
Kurikulum selalu berubah-ubah tidak menentu, materi pelajaran selalu ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan operasi anak muda masa sekarang, anak merasa sangat dibatasi gerak-geriknya dan merasa tertekan batinnya, kurang sekali kesempatan yang diberikan oleh sekolah untuk melakukan ekspresi bebas, baik yang bersifat fisik maupun psikis.

Sebagai akibatnya, anak jadi ikut-ikutan tidak mematuhi semua aturan, ingin jadi bebas liar, mau berbuat semaunya sendiri, menjadi agresif. Juga suka melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma sosial di luar sekolah untuk melampiaskan kedongkolan dan frustasinya. Berdasarkan uraian diatas, maka jelaslah bahwa betapa berat pengaruh pendidikan sekolah dalam membentuk ahlak remaja baik dalam kehidupan materi maupun kehidupan iman, etika dan spiritual mereka.

2.3 Pengaruh Lingkungan Masyarakat.
Semakin dewasa anak semakin banyak kesempatan mereka bergaul dilingkungan masyarakat. Lingkungan sekitarnya tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dalam perkembangan anak. Lingkungan adakalanya dihuni oleh orang dewasa, serta anak-anak muda kriminal dan anti sosial, yang bisa merangsang timbulnya reaksi adolesens yang masih labil jiwanya, dengan begitu anak-anak remaja ini mudah terjangkit oleh para kriminal dan asusila dan anti sosial tadi.
Kelompok orang dewasa dan asusila tersebut biasanya terdiri atas gelandangan, tidak punya rumah dan pekerjaan yang tetap, malas bekerja namun berambisi besar untuk hidup mewah dan bersenang-senang. Pola-pola asusila ini sangat mudah menjalar pada remaja yang tidak mempunyai motivasi untuk belajar dan meningkatkan kepribadiannya, sehingga mereka lebih bergairah untuk melakukan eksperimen dalam dunia hitam yang dianggap penuh misteri namun sangat menarik keremajaan mereka.


3. Gaya Hidup (Lifestyle)
Gaya hidup bisa mempengaruhi kelainan seksual seseorang.
Segala sesuatu bisa terjadi karena terbiasa. Iya, salah satunya ialah kebiasaan-kebiasaan abnormal seperti cowok yang suka memakai pakaian cewek.

4. Pola Pikir (Mindset)
Pola pikir seseorang juga hal yang paling penting, banyak terjadi kasus seseorang mengalami penyimpangan psikologi hanya karena pola pikirnya sendiri yang terlalu cepat memfonis dirinya.

5. Traumatik
Bicara mengenai trauma, mungkin ini salah satu penyebab yang sering terjadi pada kebanyakan penderita. Trauma masa lalu yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan penyimpangan seksual.

Trauma pada masa kecil, misalnya pelaku pernah mengalami pelecehan seksual dari orang lain.

Kesulitan mengekspresikan perasaan dan sulit memulai hubungan dengan orang lain.

Berulang kali mendapatkan aktivitas seksual yang menyenangkan terhadap situasi dan objek tertentu, sehingga terbentuklah penyimpangan seksual pada situasi dan objek tersebut.


D. Bagaimana cara melindungi anak dari Penyimpangan seksual?

1. Penguatan asuhan dalam keluarga.
Menguatkan pemahaman identitas diri sebagai anak laki-laki atau perempuan melalui pengasuhan sesuai urutan usia.
Telah ditentukan oleh Tuhan, bahwa segala sesuatu diciptakan secara berpasang-pasangan. Ia telah menciptakan malam, maka diiringi dengan siang. Begitu pula diciptakan laki-laki oleh Tuhan sebagai pasangan wanita.

Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan yang mendasar. Perbedaan tersebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang kelak akan diperankannya. Mengingat perbedaan tersebut, maka agama telah memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah yang telah ada tetap terjaga.
Agama menghendaki agar laki-laki memiliki kepribadian maskulin, dan perempuan memiliki kepribadian feminin. Agama tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya.
Pola asuh orang tua dan stimulasi yang diberikan, memiliki peran yang besar dalam memperkuat identitas anak sebagai laki-laki atau perempuan.

2. Menjauhkan anak dari berbagai rangsangan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Pada diri manusia terdapat potensi (dorongan) hidup yang senantiasa mendorong untuk melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Pertama yang disebut dengan kebutuhan jasmani seperti makan, minum, dan membuang hajat. Kebutuhan ini menuntut pemenuhan yang bersifat pasti. Kalau tidak terpenuhi, seseorang akan mati. Tidak ada orang yang kuat terus menerus menahan lapar dan haus, begitu pula buang hajat. Kedua, adalah naluri yang menuntut adanya pemenuhan saja. Jika tidak dipenuhi, manusia tidak akan mati, tapi akan merasa gelisah, hingga terpenuhinya kebutuhan tersebut.
Salah satu bentuk naluri adalah naluri mempertahankan jenis yang manifestasinya bisa berupa dorongan seksual. Dari segi munculnya dorongan (tuntutan pemuasan), kebutuhan jasmani bersifat internal, yakni muncul dari dalam diri manusia sendiri. Orang ingin makan karena lapar, ingin minum karena haus, ada atau tidak ada makanan. Sementara naluri baru akan muncul kalau ada rangsangan-rangsangan dari luar. Dorongan seksual muncul misalnya setelah melihat atau membayangkan wanita yang cantik, membaca buku, nonton film dan sebagainya.

Demikian juga hasrat untuk melakukan homoseksual akan muncul bila terdapat rangsangan-rangsangan yang mendorong untuk mencoba atau melakukannya. Ada dua rangsangan yang umumnya merangsang manusia, yaitu pikiran dan realitas yang nampak. Pemikiran liberali telah mendorong orang untuk mencoba melakukan homoseks. Menurut paham ini, orang bebas melakukan apa saja termasuk dalam memenuhi dorongan seksualnya. Tolok ukurnya pun bersifat materialistik. Karenanya, aktivitas homoseksual ditempatkan sebatas sebagai cara memuaskan hasrat seksual. Selain itu, alasan hak asasi manusia (HAM) sering kali dijadikan sebagai dalih.
Selama pemikiran-pemikiran ini terus dikembangkan di tengah masyarakat atas nama kebebasan pribadi dan berekspresi, maka penyimpangan seksual tersebut akan tetap ada.
Tuhan telah menganugerahkan potensi-potensi tersebut sekaligus cara-cara pemenuhannya. Aturan-aturan ini dibuat tidak lain adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri.  Tuhan yang menciptakan manusia, Dia pula yang paling tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. Karena dorongan seksual ini baru akan muncul jika ada rangsangan dari luar, maka agama telah memberi seperangkat pemahaman yang dapat mengatur kecenderungan seksual manusia secara positip, yaitu dengan seperangkat aturan dalam urusan pernikahan dan segala sesuatu yang terpancar darinya. Agama juga berusaha mencegah dan menjauhkan manusia dari segala hal yang bisa membangkitkan perasaan seksualnya.

3. Membatasi pergaulan sejenis
Disamping telah memberikan aturan bagaimana bergaul dengan lawan jenis, agama juga memberikan atauran hubungan sejenis.
Laki-laki yang melihat aurat laki-laki ataupun perempuan yang melihat aurat sesama perempuan akan terangsang. Hal ini dapat menjadi pemicu penyimpangan seksual. Apalagi kalau tidur dalam satu selimut.

4. Secara sistemik menghilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang dapat merangsang orang untuk melakukan homoseksual.
Saat ini banyak beredar VCD terkait dengan homoseksual. Bahkan tayangan-tayangan di televisi juga seringkali menghadirkan sosok laki-laki yang menyerupai perempuan. Di dunia maya juga berkeliaran promosi tentang itu. Dalam hal ini diperlukan kebijakan yang tegas dari Pemerintah agar masyarakat terjaga, dan anak-anak tidak terdorong untuk mencoba.

Penting Untuk Dipahami

Walau sosok ayah ibu senantiasa hadir, namun perlu kedekatan berbeda untuk tiap tahapan usia ananda :

❤0-2 tahun = anak laki laku dan perempuan didekatkan pada ibunya karena menyusui

❤3-6 tahun = anak laki laki dan perempuan harus dekat dengan ayah ibunya aga memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah memastikan identitas seksual dirinya sejak usia 3 tahun

❤7-10 tahun = anak laki laki lebih didekatkan dengan ayahnya karena ego sentri bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggung jawab moral.

Begitu pula anak perempuan didekatkan dengan ibunya agar peran kewanitaan dan keibuannya bangkit.

Jika sosok ayah atau ibu tidak hadir pada tahap ini maka ini pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat

❤Tahap kritikal 10-14 tahun.
Anak laki laki didekatkan dengan ibu,  anak perempuan didekatkn dengan ayahnya, maknanya adalah agar mereka mengenal ketertarikan pada lawan jenis, bagaimana mereka memahami dan memperlakukan lawan jenisnya.

E. Bagaimana bila terjadi penyimpangan seksualitas, apa yg sebaiknya dilakukan?

Tujuan utama penanganan parafilia atau penyimpangan seksual adalah untuk membatasi perilaku kriminal dan mengurangi ketidaknyamanan penderita.

Pada umumnya, parafilia perlu mendapat penanganan dari dokter dan psikiater dalam jangka panjang, dengan cara:

๐ŸšจKonseling dan Psikoterapi.
Antara lain psikoterapi individu untuk mengubah perilaku dan terapi keluarga.

๐ŸšจObat-obatan.
Untuk mengurangi fantasi dan kecenderungan perilaku menyimpang, seperti antidepresan dan antiandrogen.

๐ŸšจTerapi hormon.
Untuk mengurangi dorongan seksual dan perilaku berbahaya.

๐ŸšจTerapi penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan, jika penderita juga bermasalah dalam hal tersebut.

๐Ÿš‘๐Ÿš‘๐Ÿš‘๐Ÿš‘๐Ÿš‘

Mengobati penyimpangan seksual sangat penting untuk dilakukan. Sebab jika tidak segera ditangani, kelainan seksual dapat membahayakan diri sendiri, keluarga, hubungan sosial, pekerjaan, maupun masyarakat umum yang berisiko menjadi korban.

Pedofilia, voyeurisme, sadisme, ekshibisionisme, dan froteurisme adalah tindakan kriminal dan dapat dijatuhi hukuman pidana.

Penekanan pada pemberian pembinaan kepribadian, antara lain melalui pembinaan keagamaan, penyuluhan hukum dan penyuluhan kesehatan serta pembinaan kemandirian dengan pemberian keterampilan.

F. Bagaimana FBE dan agama melihat penyimpangan seksual (homoseksual)?

Syariah jelas menolak keras, kasus kaum sodom merupakan pelajaran yang nyata.

Gay atau homoseksual bukanlah bawaan lahir, dia lebih sebagai akibat dari salah asuh, salah budaya dan gaya hidup.

Catatan Penting
❤Penyimpangan seksual (homoseksual) bukanlah bawaan lahir, dia merupakan penyakit kejiwaan.
❤Perilaku penyimpangan seksual cenderung menular dan merusak kemanusiaan. Perilakunya diharamkan dan pelakunya harus segera ditong untuk diselamatkan.
❤Pola asuh dirumah dan pergaulan di komunitas memberikan pengaruh besar.
❤Single parent atau keluarga tanpa sosok ayah atau sosok ibu berpengaruh besar menyimpangkan fitrah kewanitaan atau fitrah kelelakian.

๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Referensi

https://www.psychologymania.com/2012/09/pengertian-penyimpangan-seksual.html?m=1

http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/09/penyimpangan-seksual-sexual-deviation.html?m=1

http://karyaulama.blogspot.com/2007/11/bimbingan-konseling-upaya-mencegah.html?m=1

http://news.unair.ac.id/2017/08/01/usulkan-cara-atasi-penyimpangan-seksual/

https://www.covesia.com/lifestyle/baca/45762/faktor-dan-cara-mengatasi-penyimpangan-penyuka-sesama-jenis

https://www.alodokter.com/kenali-kelainan-seksual-parafilia-untuk-melindungi-diri


Pertanyaan :  Assalamualaikum mba ida Selvi (Sukabumi)
Saya memiliki seorang sahabat perempuan yang biseksual (suka perempuan dan laki2). Beliau lulusan S2 psikologi dan merasa penyimpangannya itu tidak salah dan dianggap benar dalam ilmu psikologi? Saya dan beberapa sahabat sudah mengingatkan namun selalu mentah dan mental dengan ilmu yg dia punya. Sedangakan kedua orang tuanya tidak tahu kondisi anaknya. Bagaimana cara saya dan sahabat yang lain unk menyikapinya?

Hai mbk selvi,Sahabat yg selalu perhatian.

Semoga sahabat mbk selvi segera tersadarkan ya mbk, bahwa sepanjang dan sekuat apa sanggahannya, heteroseksual itu termasuk penyimpangan seksual yang jika dibiarkan bersifat merusak.

Mbk selvi,, pertanyaannya mengingatkan cerita seorang pemuda yg datang ke rasulullah dan menanyakan keinginanya untuk berzina

Abu Umamah radhiallahu anhu berkata, “Sesungguhnya telah datang seorang pemuda kepada Nabi SAW seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina.’ Para sahabat pun segera mencelanya begini-begitu (kalimat cercaan). Tetapi rasulullah menyuruhnya mendekat dan bertanya kepdanya dg pertanyaan "Apa engkau suka menzinai ibumu?’
Dia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, Allah menjadikanku enggan padanya. Tidak seorang pun sudi menzinai ibu sendiri.’
dan beberpa pertanyaam lainnya dg menjadikan org terdekatnya perumpamaan nya.
Hingga akhirnya Nabi SAW meletakkan tangannya di atas kepala pemuda itu, seraya berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah dosanya, bersihkan hatinya, dan jagalah kemaluannya.’
Pemuda itu pun tidak berminat pada zina lagi.” (HR Ahmad).
bagaimana kiat Rasulullah SAW dalam menyentuh hati seorang pemuda yang awalnya bernafsu ingin melakukan maksiat. Caranya bukan dengan mencerca, melainkan berdialog dengan mengutamakan bahasa empati dan kasih sayang.
Beliau menjadikan perempuan-perempuan terdekat si pemuda tadi sebagai perumpamaan. Dengan cara itu, Nabi SAW dapat mengubah pola pikir (mindset) pemuda tersebut. Dari yang hanya memikirkan diri sendiri, menjadi berpikir di posisi orang lain.

[13.30, 16/8/2019] Teh Selvi Iip: Dia mulai terindikasi biseksual ketika SMA mba. Sejak SMA dia emang suka ngeliat temen sekolah cwe yang bisa dibilang ganteng. Ada temen smanya berhijab tp raut wajahnya memang bisa dibilang klo jd cow ganteng. Tp kami awalnya y hanya berfikir sekedar seneng. Hingga pas dia kuliah S1 dia memperkenalkan pacarnya yang ternyata cewek tomboy. Berpenampilan lelaki namun kami tahu klo itu perempuan. Disitu km tw dan bertanya padanya dan dia jujur klo dia biseksual. Dan saya dan sahabat saya satu lagi hanya dapat menangis krena kami merasa gagal menjadi sahabat..

[13.31, 16/8/2019] Teh Selvi Iip: Klo ciri-cirinya tergantung mba karena bisex itu ada dua ada yg feminim dan ada yg tomboy. Tapi kedua2nya sama suka laki2 dan perempuan. Klo sahabat saya kami tahu karena dia punya pacar perempuan dan pernah jga punya pacar laki2

[13.35, 16/8/2019] +62 823-6666-5413: Alloh... Mba Selvi... sy memahami sedihnya perasaan panjenengan๐Ÿ™

Dalam upaya penanganan penyimpangan seksual, penting utk pelaku menyadari bahwa kondisi tsb adalah kesalahan.

Dengan kesadaran tsb, penanganan penyimpangan seksual nantinya akan lebih maksimal dan hasilnya jauh lebih baik ketimbang pada individu yang merasa tidak ada yang salah dengan hasral seksual sesama jenisnya.

Sedang pada kasus diatas pelaku tidak menggagap kondisinya sbg suatu hal yang salah...

[13.35, 16/8/2019] +62 857-5591-3299: Apabila yang bersangkutan tidak merasa perilakunya menyimpang, bagaimana cara menyadarkan dan kemudian membantu ‘meluruskan’ orientasi seksualnya?

Ini masalah belief yang terlanjur menguat dalam individu pelaku homoseksual. Dengan demikian, persepsi mereka harus terlebih dahulu diubah, sebagaimana kita melihat pada kasus mereka yang berkebutuhan khusus yang memerlukan penanganan dan terapi untuk mengubah orientasinya.


Berhadapan dengan kasus penyimpangan orientasi dan perilaku seksual, pemberian intervensi dengan pendekatan psikologi, medis dan agama secara harmonis menjadi jalan yang patut diusahakan. Karena dalam praktiknya, walaupun kita meyakini agama selalu bisa menjadi solusi dan nasihat, ternyata tidak semua bisa mudah diterapkan, karena memang ada hal-hal yang harus atau membutuhkan pertolongan medis. Meski demikian, agama selalu bisa menjadi pendamping dalam semua model terapi apapun yang dilakukan dan ini adalah kekuatan yang tidak bisa diabaikan. Bersama dengan hal tersebut, penanaman nilai-nilai moral juga penting bagi pembentukan karakter anak. Keluarga sebagai lingkungan terdekat anak harus mampu menjadi tempat edukasi yang pertama dan paling efektif. Keluarga bertanggungjawab dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak kepada perilaku seksual yang seharusnya.

Ketika menemukan kasus Penyimpangan Perilaku Seksual dalam keluarga atau lingkungan, maka berpikiran jernih untuk mencari jalan keluar terbaik dengan tetap menjadikan nilai-nilai moral dan agama sebagai salah satu pertimbangan adalah hal yang perlu diutamakan. Manusia tidak bisa sekedar dipandang dalam konteks kepentingan manusia semata sehingga membuat kita mengembangkan sikap humanisme berlebihan. Dengan demikian, kembali lagi perlu bagi semua pihak untuk menguatkan mata rantai keluarga – lingkungan – peer group – media – sekolah – negara, untuk bersama-sama menanggulangi keberadaan penyimpangan perilaku seksual ini di masyarakat.

Sebagai muslim, sudah sewajarnya bahwa LGBT merupakan sebuah tindakan tidak terpuji.
Namun, bukan berarti kita boleh melakukan tindakan diluar kemanusiaan.
Sebagai sahabat beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain;

1. Tetap merangkul teman yang LGBT. Sebagaimana manusia dan warga manusia lain, kelompok LGBT harus dihargai dan mendapat hak-haknya sebagai warga negara sebagaimana orang lain.

2. Tak lelah mendoakan dan menasehati dan ikhtiar mencari solusi dengan cara yang bijak.

Layaknya Nabi Musa dahulu menasehati Fir’aun

ูَู‚ُูˆู„ุง ู„َู‡ُ ู‚َูˆْู„ุง ู„َูŠِّู†ًุง
Artinya, “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)

3. Tetap berbuat kebaikan terhadap mereka.
Dalam suatu cerita Nabi Muhammad SAW pernah berdiri untuk menghormati jenazah orang yahudi, lalu para sahabat bertanya. Kenapa Nabi rela berdiri untuk orang kafir? lantas Nabi menjawab :
“Bukankah ia juga manusia?” sahut Rasulullah.
Artinya bila Rasulullah saja menghormati jenazah orang yahudi, bagaimana pula perilaku kita kepada orang LGBT? Hormatilah karena mereka adalah manusia. Ciptaan Allah SWT.

4. Melindungi mereka, bila mereka memintanya.
“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS At-Taubah :6)

source:

https://id.quora.com/Bagaimana-seharusnya-seorang-Muslim-menghadapi-teman-yang-LGBT?encoded_access_token=d88f594ca7964d2c9cfd7401b1110ff8

Komentar

Postingan Populer